Senin, 21 Februari 2011

Became Popular Novelist

Impian saya yang paling besar adalah menjadi seorang penulis, lebih spesifiknya, seorang novelis.  Rasanya lihat Danielle Steel itu keren sekali.  Lihat Barbara Cartland, biarpun gak terlalu doyan sama cerita-ceritanya, tetapi rasanya glamour sekali.  Lihat Sidney Sheldon...wuihhhhh cool person!  Terakhir, lihat J.K Rawling, makin kelepek-kelepek.

Perjuangan Rawling untuk jadi noveli beken lewat serial Harry Potter pun sungguh menakjubkan.  Menulis tangan berlembar-lembar di sudut kafe hanya dengan memesan satu cangkir kopi setiap harinya, demi untuk menyelesaikan Harry Potter and The Philosoper Stones.

Dia begitu antusias, yakin dan optimis tentang calon novelnya itu.  Ditolak ke sana kemari, tak punya pekerjaan, utang bertumpuk dan harus menanggung hidupnya dengan putrinya.  Wow, a wonderfull fight!  Gila!  DIa masih tegar dan optimis di tengah keadaan dia yang sudah begitu berhimpit!

Sejujurnya, Rawlin lebih menginspirasi saya lewat kisah hidupnya dibanding serial Harry Potternya.  Seorang perempuan, yang tadinya hidup lumayan dengan pekerjaannya sebagai sekertaris, janda cerai, harus menghidupi anaknya, tapi punya mimpi besar dan mau mewujudkannya.  Berusaha keras mewujudkannya tepatnya.  Biarpun semua orang meremehkannya, tetapi dia yakin, jika dia mau, impiannya pasti akan terwujud jika dia berusaha keras, bermuka tembok dan bersemangat.

Hasilnya sekarang bisa dilihat.  Dia jadi jutawan dari hasil menulisnya pada serial Harry Potter.  Dan saya sangat mengidamkan hal itu terjadi pada saya.

Muter-muter cari ide, topik apa ya yang bisa dibikin novel?  Saya tidak bermimpi membuat Harry Potter yang legendaris itu.  Tetapi saya cukup membuat novel secara kontinyu, paling tidak cukup membuat masalah finansial saya selesai dan kedepannya aman.

Ide di kepala banyak banget.  Oh, saya tidak berharap buku saya diterbitkan oleh penerbit besar dan beken.  Saya tahu diri, sebagai pemula paling-paling waktu ngirim naskah cuma jadi penghuni tong sampah!

Saya menulis satu buku, yang topiknya sederhana dengan diolah dengan istimewa (apa?  Sudah kebanyakan topik hihihihih) dan itu membekas di kepala masing-masing orang.  Laris, dan keuntungannya lebih cepet masuk karena pake indie publishing.

Terus kalau duit udah didapat dari kegiatan saya sebagai novelis, apa sih yang mau kulakukan?  DUitnya kupake buat apa?

Yang pertama, jelas bayar utang-utang yang bertebaran dimana-mana.

Utang Banknya bapak, utang BPR juga.  Utang-utang saya di warung-warung.  Utang saya di beberapa teman dan tetangga (memang hidup saya gila, hutang gak jelas).  Kemudian mesti dikeluarin buat zakat dan Infaq dooooongggggggggggg

Setelah itu...

Pengen beli HP baru!  (HP gue jadul banget!  Gak ada kamera sama bluethootnya...apalagi 3G)  Pengen HP apa ya? itu loh Nokia yang Express Music, touch screen gitu...kayaknya asik.  Kenapa bukan yang E63 ato E7 gitu? hehehehehe ogah!  Kalau HP segede-gede gitu mending sekalian beli BB dah!

Selanjutnya...apakah saya akan beli BB? Sebenernya pengen, tapi setelah dipikir-pikir, buat apa kalau fungsinya sama dengan HP?  Kalau cuma biar bisa teleponan sama sms-an, ya mending beli HP biasa aja kali.  Kalau biar bisa BBMan...emang beda ya sama sms atau MMSan?

Pengen apalagi?  Iphone? hehehehe nah yang itu keren, bisa buat chatting juga! Cool.

Tapi yang jelas keinginan saya adalah menabung untuk biaya pendidikan masa depan Naomi dan Nadhira.  ENtah dengan tabungan berjangka atau dengan deposito.  Yang jelas, pendidikan masa depan mereka berdua harus terjamin, even saya sudah meninggal.

Kemudian kepengen punya rumah sendiri!  Itu juga cita-cita banget.  Karena pengen merasakan privacy keluarga sendiri.

Gila, mimpi2 saya ternyata banyak!

Dan rasanya sakit satu persatu belum terkabul, yang paling dekat, kepengen semua urusan utang-utang saya beres.

Ya Tuhan...Engkau tahu, aku sudah berusaha (mungkin menurutMu usahaku belum maksimal), tetapi sampai hari ini aku makin terhisap makin ke dalam oleh pasir hisap ini.  Aku harus bagaimana lagi?  Sedang pertolonganMu belum datang? (atau sudha datang tapi aku gak ngeh?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar